Menampilkan 12 hasil

Deskripsi Arsip
Pameran "Batik Pekalongan SAKPORE" Bahasa Indonesia
Pratinjau Hasil Cetak Lihat:

10 hasil temuan memiliki objek digital Perlihatkan hasil dengan objek digital

Motif Batik Encim

Encim adalah kata serapan dari bahasa Tionghoa tidak ada kata encim. Kata encim sedniri berasal dari kata ”cici” yaitu panggilan dari kakak perempuan suku Tionghoa. Karena pergaulan dengan pribumi jawa kata cici ini berubah kata menjadi encim yang bisa disimpulkan bermakna perempuan cina. Begitulah sejarah kata encim yang kemudian lazim pada zaman dahulu pribumi jawa menyebut wanita tionghoa dengan sebutan encim.
Jadi batik Encim sendiri mempunyai arti pengertian kain batik yang dipakai oleh perempuan tionghoa yang kebanyakan berupa kain sarung, sebagai pasangan kebaya encim. Batik encim mempunyai ciri khas motif flora dengan warna cerah dan kaya warna. Pada perkembangan sekarang ini batik encim tidak hanya berupa kain sarung tetapi sudah dibuat dalam bentuk beraneka produk fashion, interior dan lainnya.

Batik Failasuf

Motif Batik Jlamprang

Motif Batik Pekalongan adalah Motif Jlamprang yaitu suatu motif yang berbentuk semacam nitik dari yogyakarta yang disebut juga dengan motif batik geometris biasanya berbentuk lingkaran maupun segitiga. Motif Batik Jlamprang Pekalongan mendapatkan inspirasi motif batik yang dari para pedagang asal Gujarat, India. Yaitu, dari kain tenun yang berbahan sutra yang dibduuat dengan teknik ikat dobel atau patola. Kemudian oleh masyarakat pekalongan diadopsi ke dalam motif batik yang serupa motif tenun tersebut. Jadilah Motif Jlamprang berupa ceplok yang terdiri dari bentuk bujur sangkar dan persegi panjang yang disusun menyerupai anyaman pada kain tenun patola. Ditambah dengan warna-warna khas Batik Pesisir Pekalongan, Tercipta motif jlamprang yang indah.

Batik Failasuf

Motif Batik Kawung

Batik Kawung adalah motif batik tertua yang berasal dari jawa dan berbentuk seperti pohon aren atau kolang-kaling yang disusun secara geometris, yang juga amat syarat dan makna. Buah kawung berasal dari sejenis pohon aren, yang memiliki daging buah berwarna putih bersembunyi dibalik kulitnya yang keras. Buah yang biasa dikenal dengan kolang-kaling. Sehingga dalam kepercayaan jawa, batik kawung ini dimaknai sebagai sebuah penggambaran hati yang bersih. Bahwa itikad hati yang bersih itu merupakan sebuah ketetapan hati yang tidak perlu diketahui oleh orang lain. Pohon aren juga memiliki manfaat bagi manusia mulai dari ujung daun sampai pada akarnya, baik dari batang, daun, nira, dan buahnya. Hal itu menyimbolkan agar manusia senantiasa berguna bagi siapa saja setiap saat dalam kehidupannya sehari-hari

Batik Failasuf

Motif Batik Liong

ni merupakan corak yang identik dengan masyarakat etnis Tionghoa di masa lalu. Jika dilihat dari bentuk polanya, motif liong cenderung lebih mengadopsi wujud makhluk hidup seperti ular dan naga. Corak seperti ini biasanya menggambarkan 'perlawanan' dan kekuatan yang cukup kuat pada si pemakainya.

Batik Failasuf

Motif Batik Pekalongan

Berisi tentang foto motif batik Pekalongan. Secara geografis, batik di daerah Pekalongan amsuk dalam kategori batik pesisir. Batik pesisir secara singkat dimaknai sebagai batik yang tidak lagi berpegang pada pakem seperti yang mengikat pada batik pedalaman atau batik keraton. Namun diketahui bahwa semua jenis batik di Indonesia bermuara atau berasal dari dalam tembok keraton.
Motif batik Pekalongan sekilas mirip dengan Batik Solo dan Batik Jogja. Sebagai Pembeda, batik daerah Pekalongan lebih bebas dan dinamis untuk dimodifikasi. Variasi warnanya sangat kaya yang terkadang sangat kontras jika dibandingkan dengan corak batik pedalaman, baik batik gaya Surakarta maupun Yogyakarta.

Batik Failasuf

Motif Batik Sawat

Batik Motif sawat dapat kita temui di daerah pekalongan dan solo batik motif sawat artinya berarti melempar. Pada zaman dahulu orang jawa punya kepercayaan dengan para dewa sebagai kekuatan yang mengendalikan alam semesta dan salah satu dewa tersebut adalah Batara Indra dewa ini mempunyai senjata yang disebut warja atau barja yang berarti pula thatit (kilat) senjata tersebut digunakan dengan cara melemparkannya (disawatake dalam bahasa jawa) . Bentuk senjata batara indra tersebut menyerupai seekor ular yang bertaring tajam serta bersayap atau dalam bahasa jawa lar dan bila di lemparkan keudara senjata ini akan menyambar nyambar dan mengeluarkan suara yang sangat kuat dan menakutkan. Walaupun menakutkan, wajra juga mendatangkan kegembiraan sebab dianggap sebagai pembawa hujan. Senjata pusaka Batara Indra ini diwujudkan ke dalam motif batik berupa sebelah sayap dengan harapan agar si pemakai selalu mendapatkan perlindungan dalam kehidupannya.

Batik Failasuf

Motif Batik Sawunggaling

Motif Sawunggaling merupakan perpaduan dari kata Sawung yaitu ayam jantan dan Galing yaitu Merak Jantan. Motif ini dibuat oleh Ngabehi Atmo Supomo, seorang peatah wayang yang diberikan kepada salah satu pelopor motif batik di Indonesia bernama Hardjonegoro atau yang dikenal dengan luas dengan Go Tik Swan. Go merupakanguru dari Iwan Tirta dan Obin, perancang dunia di pembatikan.
Oleh Go, motif dikenal luas dikarenakan motifnya yang menyerupai burung phoenix yang sedang berhadapan. Dalam penataan Cina Kuno, burung ini dipercaya dapat menduplikasi dirinya. Arti dan motif ini sendiri melambangkan keindahan, kekuatan, dan ketegaran.

Batik Failasuf

Motif Batik Semen

Motif Batik Semen ini mempunyai filosofi bahwa Semen berasal dari kata semi yang artinya tumbuh, sehingga diartikan “kehidupan yang semi” (kehidupan yang berkembang atau makmur). Ornamen motif semen terdiri dari 3 bagian. Pertama adalah ornamen yang berhubungan dengan daratan, seperti tumbuh-tumbuhan atau binatang berkaki empat. Kedua adalah ornament yang berhubungan dengan udara, seperti garuda, burung dan mega mendung. Sedangkan yang ketiga adalah ornamen yang berhubungan dengan laut atau air, seperti ular, ikan dan katak.

Batik Failasuf

Motif Batik Terang Bulan

Batik terang bulan menjadi salah satu batik Pekalongan yang masih menggunakan pewarnaan khas batik klasik dipadukan dengan warna terang seperti merah, kuning, hingga hijau. Motif batik ini dipercaya merepresentasikan suasana malam yang terang karena purnama

Batik Failasuf

Motif Batik Tiga Negeri

Dikalagan Kolektor, pecinta batik, budayawan dan sejarawan, nma batik ini tentu tidak asing lagi. Namun, banyak dari genegrasi milenial yang tak banyak mengetahui jenis wastra ini. Padahal, batik tiga negeri juga tersedia dalam ragam gaun, kemeja outer, hingga tas jinjing. Batik Tiga Negeri merupakan batik yang mulanya mengalami proses pewarnaan yang berpindah-pindah di tiga Daerah yakni Pekalongan, Lasem, dan Kudus.

Batik Failasuf

Hasil 1 s.d 10 dari 12